Ditulis oleh Farida
Kurniawati, S.H., M.H.Li
Seperti yang sudah dipaparkan diatas bahwa pembagian waris menurut hukum Islam terkait besarnya bagian masing masing hli waris tidaklah semudah pembagian waris menurut hukum perdata (BW) sebab antara satu dengan yang lain bagianya tidak sama. Pembagian besarnya harta waris dalam kompilasi Islam dapat dibagi sebagaimana berikut:
No
|
Ahli waris
|
syarat
|
Bagian
|
Dasar
|
|
Al-qur’an
|
KHI
|
||||
1
|
Ayah kandung
|
Tidak ada
anak/cucu
|
1/3
|
An-nisa’ 11
|
177
|
Ada anak/cucu
|
1/6
|
||||
2
|
Anak laki-laki
|
Sendirian/bersama
anak/cucu lain (laki-laki dan perempuan)
|
*Ashobah
|
An-nisa’11
|
176
|
3
|
Saudara laki-laki
dan perempuan seibu
|
Ssendirian tidak
ada anak/cucu dan tidak ada ayah kandung
|
1/6
|
An-nisa’
12
|
181
|
Dua orang atau
lebih tidak ada anak/cucu dan tidak ada ayah kandung
|
1/3
|
||||
4
|
Paman
|
Tidak ada anak
laki-laki
|
Ashabah/sisa
|
||
5
|
Kakek
|
Bagian sama dengan
ayah
|
|||
6
|
Ibu
|
Ada anak/cucu
|
1/6
|
178
|
|
Bersama dengan
ayah, Sisa diambil janda/dudu
|
1/3
|
||||
7
|
Anak perempuan
|
Sendirian (tidak
ada anak/cucu lain)
|
1/2
|
An-nisa’11
|
176
|
Dua atau anak
perempuan tidak ada anak/cucu lain
|
2/3
|
||||
8
|
Saudara perempuan
kandung atau seayah
|
Sendirian tidak
anak/cucu dan tidak ada ayah kandung
|
1/2
|
An-nisa’ 12
|
182
|
Dua orang atau
lebih tidak ada anak/cucu dan tidak ada ayah kandung
|
2/3
|
||||
9
|
Nenek
|
Tidak ada Ibu
|
1/6
|
||
10
|
Cucu/keponakan
(anak saudara)
|
Menggantikan
kedudukan orangtuanya yang menjadi ahli waris. Persyaratan berlaku sesuai
kedudukan ahli waris yang diganti
|
Sesuai bagian ahli
waris yang diganti
|
-
|
185
|
10
|
Istri/ Janda
|
Tidak ada
anak/cucu
|
1/4
|
An-nisa’
12
|
180
|
Ada anak/cucu
|
1/8
|
||||
11
|
Suami/Duda
|
Tidak ada
anak/cucu
|
1/2
|
An-nisa’
12
|
179
|
Ada anak/cucu
|
1/4
|
||||
Demikian Tata cara pembagian waris menurut agama masing-masing, namun tidak dilarang apabila Pewaris dan ahli waris yang beragama Muslim menundukkan diri memakai hukum waris perdata, begiitupula sebaliknya apabila pewaris dan ahli waris yang beragama Non-muslim hendak menundukkan diri dalam hukum warisan Islam tidak ada larangan.
Tidak ada larangan tersebut dikembalikan kepada kesepakatan pewaris beserta ahli waris, jika semua ahi waris sepakat untuk menundukkan diri pada salah satu hukum waris tidak menjadi masalah, namun apabila ada salah satu ahli waris yang tidak sepakat, maka pilihan hukum ditentukan berdasarkan agama pewaris.
#Warisan #Waris #HartaWaris #AhliWaris #Pewaris
Tidak ada komentar:
Posting Komentar